Fakta Seputar Musik Akapela

Acappella adalah istilah yang menggambarkan paduan suara tanpa iringan instrumental. Accapella sendiri di Indonesia kemudian berubah tulisan menjadi Akapela, banyak orang di Indonesia menyebut Akapela sebagai musik mulut, karena pelaku hanya mengandalkan mulut saja.

[caption id="attachment_686" align="alignnone" width="470"]Grup Musik Acapella asal Taiwan, O-Kai Singers Grup Musik Acapella asal Taiwan, O-Kai Singers[/caption]

Berikut ini fakta-fakta seputar musik Akapela yang kami lansir dari laman WorldBook:

1. Akapela berasal dari frase Italia, yakni alla cappella, yang berarti "dalam gaya kapel."

2. Beberapa sejarawan percaya bahwa musik Akapela awalnya menggambarkan paduan suara tanpa pendamping yang berlangsung di Kapel Sistina, di Vatikan di Roma, selama tahun 1500-an. Salah satu musisi yang cukup terkenal kala itu adalah Giovanni Palestrina. Namun, komposer seperti Josquin Desprez telah menulis musik tanpa suara di akhir 1400-an.

3. Selama ratusan tahun, istilah musik tanpa instrument hanya untuk musik suci/rohani, seperti motets (komposisi vokal digunakan dalam layanan gereja). Namun, sejak tahun 1800-an, Akapela telah digunakan untuk menggambarkan semua jenis paduan suara tanpa pendamping atau kelompok bernyanyi baik dalam karya religi maupun nonreligi

4. Antara tahun 1700 dan 1800-an, para budak Afrika di perkebunan di Amerika Serikat bagian selatan menambahkan dimensi baru bagi gaya Akapela. Mereka membuat suara-suara yang menirukan suara instrumen. Suara yang dihasilkan pun semakin beragam, seperti meniru suara drum, dan suara instrumen musik lainnya.

5. Tradisi menyanyi Akapela kembali mencuat beberapa abad kemudian di Inggris. Selama akhir tahun 1900-an dan 2000-an, Menyanyi Akapela menjadi populer di banyak perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dan kini Akapela menjadi salah satu jenis musik berkelas!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Fakta Seputar Musik Akapela"

Post a Comment