Wanita Usia 30-an Beresiko Tinggi Mendapat Gangguan Tidur

Terjadi peningkatan yang konstan pada pada orang yang menjalani pengobatan atas gangguan tidur yang meraka alami pada tahun 2012 hingga 2014, menurut National Health Insurance Service, seperti dilansir dari Chosun. Kenaikan lebih menonjol lagi pada perempuan di usia 30-an dan kemungkinan ini terkait dengan stres kerja.

Penyebab Gangguan Tidur

Jumlah pasien dengan gangguan tidur meningkat sekitar 16 persen dari 358.000 pada 2012 menjadi 414.000 tahun lalu. Kenaikan jumlah pasien per 100.000 adalah yang tertinggi di antara orang-orang berusia 30-an di 9,3 persen.

Di antara perempuan di usia 30-an, kenaikannya mencapai 10,4 persen, tertinggi di antara semua kelompok usia dan jenis kelamin.

Gangguan tidur akan mencegah orang dari mendapatkan istirahat yang cukup di malam hari, yang menyebabkan kelelahan persisten pada siang hari dan akan menghambat kegiatan rutin.

Sejumlah alasan peningkatan gangguan tidur di kalangan wanita sedang diperdebatkan. Pertama, semakin banyak perempuan yang bekerja di usia 30-an mengeluh tentang stres yang berhubungan dengan pekerjaan, baik dari interaksi dengan rekan kerja maupun beban kerja.

Kedua, wanita di usia 30-an sering harus beraktifitas ganda, mereka kerja dan mengurus anak, ini mungkin bisa menghalangi mereka mendapatkan tidur yang cukup, terutama ketika anak-anak mereka masih kecil.

Dokter mengatakan cara terbaik untuk menangani gangguan tidur adalah untuk bersantai dari apa pun yang menyebabkan stres, misalnya melalui hobi atau kegiatan lainnya setelah bekerja. Para dokter juga merekomendasikan untuk menghilangkan konsumsi alkohol dan kafein. Banyak orang keliru percaya bahwa minum alkohol dapat membuat tidur nyenyak, padahal alkohol justru mencegah tubuh dari memasuki tahap tidur nyenyak.

Hindari juga smartphone atau gadget lain tepat sebelum tidur. (sumber:chosun/bukanscam)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Wanita Usia 30-an Beresiko Tinggi Mendapat Gangguan Tidur"

Post a Comment